Karya ilmiah "Peran ekologi keluarga terhadap psikologi anak remaja"
PERAN EKOLOGI KELUARGA TERHADAP PSIKOLOGI ANAK REMAJA
PENDAHULUAN
Berbicara mengenai lingkungan atau ekologi sangat berkaitan erat dengan adanya manusia selaku makhluk sosial yang pada hakikatnya membutuh orang lain ketika menjalani kehidupan dalam suatu lingkungan tertentu sebagai wujud untuk mereka saling berinteraksi dengan manusia lainnya. Dengan begitu, manusia haruslah mampu menyelaraskan dirinya dengan individu lainnya sesuai dengan dimana lingkungan yang mereka tempati, sehingga manusia tersebut dapat untuk selalu menyesuaikan dirinya ketika akan berinterkasi dalam situasi apapun baik itu secara internal ataupun eksternal (Agustiani,2006: 146). Sejalan dengan itu, maka dapat dikatakan bahwa manusia dengan lingkungan tentu saja memiliki hubungan yang sangat erat, hal ini dipertegas dari sisi lain seperti sifat atau karakteristik sosial itu sendiri misalnya kebiasaan, aturan, aktivitas tipekal, serta karakterisktik fisik. Dengan demikian, untuk mengetahui setting tempat secara jelas kita dapat memprediksi perilaku/ aktivitas yang akan terjadi pada individu tersebut (Helmi, 1999). Bronfenbrenner (dalam Reksiana, 2016) dalam pendekatan ekologi dijelaskan bahwa lingkungan dapat dikembangkan melalui cakupan yang luas dan semua itu tergantung pada lingkungan mana yang individu itu tempati. Bronfenbrenner (dalam Andayani, 2004) juga memiliki pandangan bahwa pendekatan ekologi merincikan keberadaan manusia selaku makhluk individu dikatakan sebagai suatu sitem yang salah satunya yaitu adanya sistem mikro. Sistem mikro dari seorang individu salah satunya dapat dijelaskan dalam lingkup kehidupan sehari-hari yang ciri-cirinya individu tersebut selalu berhubungan secara langsung dengan individu lainnya seperti lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan lain sebagainya yang di setting sebagai tempat tumbuh dan kembangnya seseorang di lingkungan tersebut (Andayani, 2004). Keluarga merupakan unit terkecil dalam lingkungan masyarakat yang didalam terdapat satu kepala keluarga yang tinggal satu atap dengan bagian keluarga lainnya seperti anak yang selalu bergantung dengan ibu, ayah, kakak begitupun sebaliknya (Yusuf, 2004: 36). Semua anggota keluarga tersebut saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Yusuf mengatakan bahwa lingkungan pertama dan yang paling utama bagi anak adalah keluarganya, dengan begitu keluarga memiliki peranan yang sangat penting untuk tumbuh kembangnya psikologis anak (Yusuf,2004: 138). Berbicara mengenai psikologi pada perkembangan anak kini menjadi permasalahan yang sangat signifikan dalam lingkungan keluarga. Salah satunya ialah adanya kesulitan keluarga dalam mendidik anaknya yang terkadang tidak sesuai dengan apa yang telah diharapkan selama proses tumbuh kembangnya sesuai usia anak. Karena, akhir- akhir ini kita dihadapkan dengan pengaruh negatif dari era revolusi 4.0 dimana banyak dari nak-anak Indonesia yang psikologis perkembangannya tidak sesuai dengan usianya baik itu dari lingkungan keluarga anak itu sendiri ataupun lingkungan bermainnya. Dengan demikian, psikologi seseorang dapat saja dibentuk sejak dini tergantung baik atau buruknya lingkungan keluarga anak itu sendiri, terutama peran orang tua yang dominannya berinteraksi secara langsung secara berulang-ulang dengan anggota keluarganya, sehingga dapat menjadi wadah yang baik bagi perkembangan anaknya ketika berinteraksi dengan sesamanya (Nurkhasyanah, 2020) Oleh karena itu, dari permasalahan diatas penulis menjadi tertarik untuk mengkaji tentang Peran Ekologi Keluarga Terhadap Psikologi Anak Remaja. Alasannya ialah dengan mengkaji psikologi anak terutama anak remaja dari ruang lingkup ekologi keluarga sedikit menarik untuk diperbincangkan. Karena anak remaja yang merupakan generasi penerus bangsa masih saja berada dalam fase kelabilan, sehingga penting bagi orang tua untuk membimbingnya agar dapat membentuk perilaku anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Seterusnya dalam karya ilmiah ini juga akan dijelaskan tentang bagaimana peran keluarga dalam membentuk psikologi anaknya yang masih berada dalam tahap perkembangan yaitu dari anak- anak menuju remaja. Para remaja akan tumbuh dengan perilaku yang baik jika ia dapat berada pada lingkungan keluarga yang baik pula, sehingga tindakan negatif yang mungkin saja dapat terjadi pada anak diusia remaja dapat dihindari seperti terjadinya seks bebas, narkoba, dan lain sebagainya yang dapat memberi dampak buruk pada sistem saraf, otak dan proses pertumbuhan dalam tubuhnya.
KAJIAN TEORI
Teori Ekologi
Dalam teori ekologi perkembangan pada anak dapat dilihat dari beberapa sub sistem salah satunya yaitu mikrosistem (Bronfenbrenner, 1998). Teori ekologi selalu menekankan pada pengkajian perkembangan anak dari sub sistem manapun, semuanya harus fokus pada anak. Maksudnya ialah perkembangan anak dapat dilihat dari pengalaman hidup anak itu sendiri (Bronfenbrenner & Morris 1998). Mikrosistem merupakan suatu interaksi secara langsung dengan individu lain, seperti keluarga, teman sebaya, sekolah serta lingkungan masyarakat yang luas. Dalam hal ini, keluarga paling tepatnya orang tua yang merupakan pusat utama dalam mempengaruhi perilaku baik atau buruknya pada anak agar dapat membentuk anaknya menjadi individu yang mampu bergaul dan berinteraksi dengan individu lainnya, sehingga karakter yang baikpun pada anak ketika beranjak remaja dapat terbentuk sejalan dengan perkembangan usianya. Seperti yang diketahui bahwa mikrosistem tentu saja dapat mempengaruhi mikrosistem lainnya seperti perilaku yang menyimpang pada anak ketika berada di rumah akan ikut terbawa ke lingkungan sekolah .
Keluarga
Keluarga secara psikologis diartikan sebagai unit yang mencerminkan keperibadian orang saat berinteraksi. Dalam unit sosial keluarga terbentuk dari bapak, ibuk, anak-anak, dan sebagainya yang ikut tinggal dalam satu atap rumah yang sama dengan penuh kebahagiaan (Supriyono, dkk. 2015: 6). Keluarga merupakan salah satu unit sosial yang peran utamanya tentu bertanggung jawab dalam mensosialisasikan serta mengasuh anak. karena para anggota keluarga didalamnya saling berinteraksi secara langsung yang disebabkan oleh adanya pertalian darah setelah dilakukannya perkawinan (Supriyono, dkk. 2015: 8).
Jadi dapat disimpulkan bahwa lingkungan keluarga merupakan super hero utama dalam hal pendidikan terutama bagi anak, dimana anak mendapatkan didikan dan bimbingan yang baik dan paling utama itu berasal dari orang tuanya sendiri. Keluarga juga memiliki peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi serta membentuk keperibadian anak dan karakternya ketika sudah beranjak remaja. Karena keluarga berfungsi untuk memberikan anak pendidikan, perlindungan serta ilmu tentang agama sejak mulai ia dalam kandungan hingga menjadi dewasa. Dengan begitu, anak –anak tersebut akan memiliki pribadi yang baik dan dapat terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif dari lingkungan eksternalnya (Cahyanti, 2020)
Psikologi Remaja
Menurut piaget dalam Cahyanti (2020) menjelaskan arti remaja secara psikologis yaitu terintegrasinya usia individu kedalam masyarakat dewasa, dimana anak merasa dirinya berada sejajar dengan orang lain yang mungkin lebih tua dari usianya, namun ia tidak menyadari hal tersebut karena ia merasa memiliki tingkat usia yang sama dengan orang tersebut (Ali & Asrori, 2015: 9). Ketika seorang anak sudah mulai beranjak remaja maka salah satu perubahan yang signifikan untuk dapat terlihat adalah adanya perubahan dari fisiknya, dimana bentuk tubuhnya berkembang secara pesat hingga terbentuk tubuh seperti orang dewasa begitupun dengan berkembangnya kapasitas reproduktifnya (Cahyanti, 2020). Menurut Agustiani (2002) dalam penelitiannya menjelaskan bahwa remaja masih saja ketergantungan pada orang tuanya terutama dalam hal mengambil sebuah keputusan, dimana anak remaja masih saja diperlukan pengarahan ketika dihadapkan dengan sebuah masalah agar dapat mengambil sebuah keputusan yang baik sesuai dengan tugas perkembangannya.
PEMBAHASAN
Lingkungan keluarga berperan penting dalam membentuk psikologi anak. lingkungan keluarga yang merupakan ruang lingkup dari ekologi sub mikrosistem dimana anggota keluarga, teman sebaya, sekolah dan lain sebagainya memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan perilaku anak sedari dini hingga ia tumbuh menjadi anak remaja yang berinteraksi sesuai dengan usianya. Seperti yang telah diketahui bahwa anak yang berada dalam fase remaja masih saja memiliki pemikiran yang belum stabil terutama dalam mengambil sebuah keputusan ketika dihadapkan dengan suatu masalah. Dengan demikian, orang tua berperan penting untuk mengarahkan dan mendidik mana putusan yang pantas untuk diambil dan mana yang tidak pantas untuk dilalui anaknya tersebut. Ketahuilah, dalam lingkungan keluarga orang tua khususnya berkewajiban untuk memberikan pendidikan dan bimbingan sedari ia masih dalam kandungan hingga beranjak dewasa. Hal ini dilakukan agar anak – anaknya tersebut dapat terhindar dari tindakan buruk yang mungkin dipengaruhi oleh lingkungan luar (eksternal) sehingga ia terjebak dalam kelamnya dunia luar, seperti terjebaknya anak remaja dalam permasalahan pranik h/ seks bebas, candu akan narkoba, dan lain sebagainya.
KESIMPULAN
Dari pembahasan ditas dapat disimpulkan bahwa teori ekologi salah satunya ialah adanya sub sistem mikro dimana lingkungan mencakup lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya dan lain sebagainya yang menjadi setting tempat ia berinteraksi dengan individu lainnya akan menjadi dorongan utama tersendiri bagi anak dalam psikologi atau perilaku anak tersebut ketika bergaul dengan individu lainnya. Hal ini dilakukan agar anak yang sudah mulai beranjak dewasa tidak berada pada tingkat kebimbangan yang pada akhirnya terjerumus dalam hal-hal yang negative dapat terhindarkan. Karena kita tahu bahwa anak – anak remaja merupakan generasi bangsa yang dapat membanggakan dan mengharum nama wilayah dan negaranya sehingga penting bagi kita terutama orang tua untuk mendidik dan membimbing anak nya sedari dini dengan ajaran ajaran yang baik.
SARAN
Dengan adanya karya ilmiah ini, diharapkan para pembaca terutama orang tua dapat menjaga dan mendidik anak – anak nya sedari dini agar dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan peran dan usianya.
DAFTAR PUSTAKA
Andayani, Budi. 2004. “Tinjauan Pendekatan Ekologi Tentang Perilaku
Pengasuhan Orangtua”. Buletin Psikologi. Tahun XII, No. 1
Agustiani, Hendriati. 2002. “Perkembangan Remaja Menurut Pendekatan Ekologi
serta Hubungannya dengan Konsep Diri dan Penyesuaian Diri pada
Remaja”. Jumal Psikologi. Vol. 9 (1).
Agustiani, 2006. Psikologi Perkembangan: Pendekatan Ekologi Kaitannya
dengan Konsep Diri dengan Penyesuaian Diri Pada Remaja. Bandung:
PT Refika Aditama
Bronfenbrenner, U., Morris, P. A. 1998.The Ecology of Developmental Processes.
In W. Damon (Series Ed.) & R. M. Lerner (Vol. Ed.), Handbook of
Child Psychology.Vol. 1. Theoretical Models of Human Development.
New York: Wiley.
Cahyanti, Ayu. 2020. Peran Keluarga Dalam Membentuk Kesehatan Mental
Remaja Di Kelurahan Yosorejo 21 A Metro Timur. Skripsi. Institut
Agama Islam Negeri (Iain) Metro
Helmi, Avin Fadilla. 1999. “Beberapa Teori Psikologi Lingkungan”. Buletin
Psikologi. Tahun VII. No. 2.
Mohammad Ali & Mohammad Asrori. 2015. Psikologi Remaja Perkembangan
Peserta Didik. Jakarta :PT Bumi Aksara.
Nurkhasyanah, Alfiyanti. 2020. “Optimalisasi Psikologi Perkembangan Anak
dalam Lingkungan Keluarga”. Jurnal JAPRA. Vol. 3 (2)
Reksiana. 2016. “Pengaruh Mikrosistem Pendidikan Terhadap Karakter Remaja
SMP Islam Al-Khasyi’un Ciputat Tangerang Selatan”. Jurnal Institut
Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta. Vol. IX (1)
Supriyono, dkk. 2015. Pendidikan Keluarga Dalam Perspektif Masa Kini.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: Direktorat Jenderal
Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.
Yusuf, S. 2004. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya Offset
Komentar
Posting Komentar